Ya, kita bicara tentang hidup. Hidup selalu saja berubah hanya saja manusia yang memilih akankah dia berubah ke jalan yang baik atau jaan yang buruk. Saat kita merasa dipilihan yang salah, dengarlah secuil kebaikan. Tidak masalah jika kita meninggalkan pilihan yang kurang kita yakini. Karena dengan memilih untuk berjalan dijalan yang benar itu tanda bahwa akal dan hati kita masih menerima kebaikan. Wallahu a'lam..
Selasa, 05 April 2016
itsaboutlife
Hidup selalu dihadapkan dengan dua pilihan. Baik jahat, kaya miskin, tua muda, kiri kanan, bahagia merana. See? Hidup selalu saja dihadapkan dengan dua pilihan. Mirisnya, kita kita selalu hanya bisa memilih satu pilihan. Baikkah burukkah. Bahagiakah meranakah. Pilihan selalu ada pada kita, hanya saja keadaan yang membedakan, kita mengambil pilihan yang benar atau salah. Mungkinkah jika kita berada dalam kesalahan, kita akan terus disana? Saya teringat perkataan seorang teman, tanda akal dan hati kita masih menerima kebaikan, jika kita bisa move on dari pemikiran yang salah. Sekilas, bahasa yang dia gunakan terdengar biasa saja. Namun, setelah saya berpikir panjang, saya setuju sepenuhnya dengan pendapatnya. Pada masa nabi SAW. kaum quraisy memerangi beliau dan bahkan pernah mengusir beliau. Hanya soal waktu, hati kaum quraisy melunak dengan sikap dan kelembutan agama yg nabi Muhammad SAW bawa, mereka mulai membuka akal dan pikiran mereka tentang kebenaran.
Langganan:
Postingan (Atom)